In puisi

50:50

adakah tempat yang sangat ingin ditinggali sekaligus ditinggalkan?

aroma cat minyak masih kentara benar
tidak semua duka harus sebegitu tercium

ibu menempelkan tawa pada dinding yang mulai retak
tawa menyelinap, menyusup ke rumah tetangga.

ayah menanami kebun pada hati masing masing penghuni
bunga palsu yang dibelinya di ujung jalan
menancap, bertumbuh, menikam.

lebih indah layu ketimbang palsu.

kakak lupa pulang
adik ingat kalau kakaknya pura pura lupa
ia pun pura pura ingat untuk lupa

adakah tempat yang ingin ditinggali sekaligus di tinggalkan?

adik tidak lupa jawabannya
masih sama seperti kemarin dan kemarin

Rumah.




*setengah merem*

Related Articles

0 comments:

Post a Comment

Menurut kamu, gimana?