In puisi

di dalam hujan

anak kecil itu dihukum hujan

satu. dua. tiga. empat

tiap tetesnya merajami punggung mungilnya

tidak terlapisi sehelai apapun

satu. dua. tiga. empat

tetesnya menyatu bersama memar dan nanah sisa dampratan semalam

kemarin malam

kemarinnya lagi

setiap malam.

recehnya kurang untuk menyumpal mulut bang jak

preman jalan kekurangan topi miring

satu. dua. tiga. empat

jemarinya, kepalanya, tremor serempak

dalam tetes tetes hujan

ia hitungi pelan pelan

satu. dua. tiga. empat

sampai hangat menyergapnya selamanya.



Related Articles

0 comments:

Post a Comment

Menurut kamu, gimana?