In puisi

Gunting-Batu-Kertas

Tanganmu: Batu!
Nasib        : Kertas!

Nasib membungkusmu kelewat rapat sampai jantungmu kesulitan memompa.

Tanganmu:Gunting!
Nasib        : Batu!

Kamu mencoba melawan, guntingmu patah duluan.

Tanganmu: Kertas!
Nasib       : Gunting!

Nasib menghabisimu sampai serpihan, kamu tak berkutik sendirian.

Tanganmu: Batu!
Nasib        : Gunting!

kamu pukuli nasib habis habisan, remuk sebagian, remuk keseluruhan.

Tanganmu: Kertas!
Nasib        : Batu!

Kamu uleni nasib macam adonan, tidak menyatu nyatu minta dibuang.

Tanganmu: Gunting!
Nasib       : Kertas!

Habislah sudah kamu cacah  tanpa kasihan.

Tanganmu : Batu/Gunting/Kertas!
Nasib         : Batu/Gunting/Kertas!

pada akhirnya, pada dasarnya, pada kenyataanya
kalian berkawan-kawan juga.
Nasib telah digariskan pada telapak tanganmu
selain saling menerima, kalian bisa apa?
'akur-akurlah!', kata mereka yang telah dulu cari ribut dengan nasib.


Related Articles

0 comments:

Post a Comment

Menurut kamu, gimana?