In Life

sesok piye ._.

Memang ada apa pada pencernaan Bumi? sampai segitu inginnya ditelan beliau.

Kalau tidak salah, terakhir kali ketakutan yang seperti ini adalah saat kelas 4 SD, saat itu tidak sengaja membuat nangis teman sekelas, dan langsung dipanggil guru yang dulu paling ditakuti. Saat tahu akan dipanggil, sepertinya (lupa-lupa ingat sih) benar-benar ketakutan, pulang sekolah, langsung bersembunyi di perut mama, sambil meminta pindah sekolah. Waktu itu tiba-tiba bilang ingin pindah ke Al Azhar, sekolah islam swasta yang juga tidak jauh dari rumah. Mama tidak tertawa, beliau hanya bertanya kenapa, saya tidak mengatakan apa-apa selain hanya ingin pindah. 

Kalau dipikir-pikir, sejak (waktu) kecil, saya sudah pengecut seperti itu yah, dan meskipun pada akhirnya saya tidak pindah dan beberapa hari sepertinya sudah tidak memperdulikan insiden itu lagi, tapi dulu tetap saja saya  sempat terpikir untuk melarikan diri dari masalah. Mungkin karena saat itu saya masih kecil, masih gampang sekali untuk  menangis, bahkan untuk perkara kunciran saya tidak sama antara kanan dan kiri. Marilah saya yang sekarang memaklumi saja tingkah penakut saya yang dulu. 
Tapi apakah saya akan memaklumi saya yang sekarang kalau saya masih ingin 'bersembunyi'? Mungkin saya bisa mahfum tapi belum tentu bisa maklum lagi.

Saya sudah besar, rambut saya tidak lagi dikuncir dua. Kalaupun menangis tidak lagi sambil berteriak-teriak. pelan saja, yang penting hati dan pikiran sudah selaras. Dan saya yang besar sudah paham betul, tidak ada tempat untuk bersembunyi, bisa apa selain menghadapi?

Bumi pun sudah kenyang sama mahluk-mahluk pengecut yang minta ditelan.

Related Articles

0 comments:

Post a Comment

Menurut kamu, gimana?