In puisi

mamak masih menunggu?

mamak saya menunggu
di dalam kabel telepon dia ketiduran
kamu mengganggu
tapi tetap saya utamakan

begitulah kalau bodoh, bodohnya kebangetan

mamak bertanya
masih ingat tidak potongan coklat yang keluar dari astor kiloan
menempel pada ujung plastik karungan
kamu jilat-jilat?
saya ingat 
tapi ferrero rochermu menggiurkan

begitulah kalau bodoh, bodohnya kebangetan

mamak saya mengaku-ngaku linu
memaksa saya bertemu
tapi kamu mengaku-ngaku cinta
saya bilang, mak nanti dulu

memang bodoh,

mamak saya menunggu
di dalam pesan-pesan singkat dia bersedekap





Related Articles

0 comments:

Post a Comment

Menurut kamu, gimana?