In puisi

selamat malam-selamat tinggal.

Pada malam terakhir
tidak peduli sabit atau penuh
senyap atau bingar
selepas pukul sepuluh
kesadaran kadang penuh selepas satu atau dua
karena topeng malu dan akal sudah luruh dibalik bantal
jadilah kita nafsu-nafsu yang gemar bicara

Tapi ini malam terakhir
rasa-rasa sudah terbang terbawa angin
itupun kalau sempat ada

saya ingin tertawa
untuk kita.
lalu saya ingin mencibir
tapi kemudian

saya hendak berpamitan
sudah tidak berakal
sudah tidak punya malu
sudah tidak berasa

Karena ini malam terakhir.

Related Articles

0 comments:

Post a Comment

Menurut kamu, gimana?