In puisi

Dari luar

dalam mimpi aku melihat ibu
ibu menyamar menjadi pintu
 
di dalam rumah ada fragmen tawa menempel pada ubin yang memantul patutan kita.
di dalam rumah ada sofa yang menyerap pilu yang bertalu pada dada kita.
di dalam rumah ada ranjang yang menerkam rahasia seharian pada kepala kita, mencacahnya sampai kita saling satu.
tapi mungkin aku hanya mengadangada dari ketiadaan yang ada
karena ibu kehilangan kunci
pun aku hanya mengintip dari jendela luar
ke dalam rumah yang masih angkuh untuk merengkuh kita ke dalam.

Related Articles

0 comments:

Post a Comment

Menurut kamu, gimana?