In puisi

Desember

lumpur di sepatu
hendak kemana?
aroma selokan berpindah ke kaus kaki
bacin jilbabmu ditampar angin.
dinding pipimu berlubang
pantas saja merembes air matamu
ah itu asin hujan katamu
bekasnya menguning seperti pada langit-langit kamar.
perasaan tidak berkawan dengan pikiran
seperti norma dan nafsu dalam satu kelas
dan akal sebagai guru penengah sedang dinas mengurus jambore katanya.
mengapa kacau,sayang?
ah ingat, kamu kecurian!
desember tahun lalu
kecurian payung!
lumpur di sepatu,
darimana saja?

Related Articles

0 comments:

Post a Comment

Menurut kamu, gimana?