In puisi

Pertemuan

mari membuat pertemuan
yang kesengajaannya tidak disengaja
sesudah bekalmu penuh
dengan jawaban dari pertanyaan yang kuganyang tiap malam.
agar kemudian ranjangku tidak mencibir
perihal angan yang mengingin menjadi mimpi di bawah bantal.
sudahilah perkara
tawa mu yang begitu tawar
sementara hambar bergelayut pada tirai
berikan masa pada massa untuk merasa
tentang nafasmu yang ikut campur pada udaraku.

Related Articles

0 comments:

Post a Comment

Menurut kamu, gimana?