In puisi

Rumah.

Kalau saja ia menjadi rumahku
jadilah bahunya sofa usang yang nyaman tempatku bersandar
dari kakinya mengerak keramik tempatku merebah tanpa sehelai alas
kemudian matanyalah jendela tanpa gorden hingga dunia terlihat seperti dunia
tangan tangannyalah adalah pagar yang menawanku di dalam
lalu aku biarkan terkerat pada dinding-dinding jelmaan telinganya yang menggaungkan setiap kata-kataku.
kalaulah ia menjadi rumahku
takkukatakan aku pulang
karena aku tidak pernah pergi.

Related Articles

0 comments:

Post a Comment

Menurut kamu, gimana?