In puisi

Ampun

Ada setan yang mengendalikan saat bicara denganmu.

dia meraut lidahku hingga runcing
menusukmu sampai bura
oh, surga mana yang hendak terbuka

malaikat kehilangan atensi

wahai tuan aspiran
pamong yang telah kopong
janganlah membiarkan sanda kesetanan

Related Articles

0 comments:

Post a Comment

Menurut kamu, gimana?