In puisi

Pagi ini

Berbatang rokok yang belum dan akan kamu bakar telah menjadi jarak kita
asapnya membuat kita tidak bisa saling memandang
ke dalam paru-parumu, telah penuh
ke dalam otakmu, kian jenuh
tapi pengecapmu malah candu
dan kamu memilih berbatang lagi
ketimbang duduk di sampingku
pagi ini.
dan
pagi-pagi lainnya.

Related Articles

0 comments:

Post a Comment

Menurut kamu, gimana?