In puisi

Kisah orang gudang

Tuanku,
Wajah-wajah jemu
Melekat pada kaca-kaca ruang
Menyadur senyum dari potret katalog barang

Pamong kami,
kehilangan prosedur menjadi Manusia
lantas beliau menjadi seadanya
lantas kami limbung hendak jadi apa

Maka,
Kami melipat tubuh-tubuh untuk disolasi
Kami menyusun diri ke dalam rak-rak karton
Kami melabeli jiwa dengan angka

Lalu,
Kami melompat ke ekspedisi yang sudah antri
Mencari-cari, berlari pergi.

Related Articles

0 comments:

Post a Comment

Menurut kamu, gimana?