In puisi

Kurangnya Bilangan.

Tahun menambahi tanpa ampun
tidak silap satu angka pun
Jatah dikurang-kurangi
menganak semang menyisakan bilangan bulan

Pada Tuhan tanpa biaya
nyawa mulai habis masa sewa

Sisa lelatu memercik kian padam
di depan itu gelap mengangkat parang

Takut yang kamu suapi sampai beranak
memancit mencicit memeka hidup
menanyaimu bak jurnalis
enteng berbalas-balasan

satu pertanyaan kamu sisakan
tak berilmu untuk jawaban

Hendak apa? bunyinya.



*Dipicu kebanyakan begadang cepatnya waktu berjalan, bertambah usia tapi belum juga jadi apa-apa. 

Related Articles

0 comments:

Post a Comment

Menurut kamu, gimana?