In puisi

Jangan Merasa Sepi

saya ingin pulang detik ini juga

menemuimu yang bergumam kelu
semakin menua hidup kian sepi
namun,
pikiranmu cerewet menyuruh diam

rasanya baru fajar tadi
bersembunyi di ketiakmu
mencari-cari
wangi keringat yang membuatku bisa lelap

bagaimana bisa daster tipismu  memberi hangat begitu banyak?

rasanya baru siang tadi
ikatan rambutku miring
dan kau sibuk menghentikan tangisku seharian

adakah yang menyapu basah pipimu saat ini?

sudah senja
saat kau menunggu di depan pintu
harum masakanmu menyambar ke udara
tanganmu merentang
menanti putri-putri kecilnya melompat dalam pelukan.

Related Articles

0 comments:

Post a Comment

Menurut kamu, gimana?