In puisi

Kesepian-Kesepian Kita

1. Deru sunyi mendera meminta-minta
perhatian
kita berdua tidak memiliki jawaban
Persoalan-persoalan hidup Tu(h)an, mengapa tidak distandarkan?

kita saling mengikat
cemas jiwa-jiwa kita meletus dan tidak lagi ada sisa untuk dipegang erat.

2. Suatu malam
mangkuk-mangkuk kaca telah dipenuhi
narasimu sepanjang hari tadi
kau tuangkan pecahan tawa di gelasku
kadang tetesannya merembes pada taplak meja
meninggalkan noda kuning yang kau usap tergesa
melebar memberikan tanda
tanda kita pernah ada.

Tu(h)an, kamilah berada yang akan tiada.
ingin menikmati senyap ini beberapa sesap lagi.



Related Articles

0 comments:

Post a Comment

Menurut kamu, gimana?