In puisi

Menga(u)bur Wajahmu

Sudah lama sejak Subuh mengurung kita
kita kuliti sisa-sisa pagi dengan sabar
mencari tahu perlu mencari apa.

Mungkin pagi masih terlalu dini
untuk kau kepak kalimat dan memecahnya lagi menjadi huruf-huruf yang lemah.
Mungkin senja masih tertatih mengeja
tapi ditangkap Isya dan kita berdua
tidak tahu apa-apa.

C mu melayang di langit-langit kamar
huruf-huruf ini hendak kau apakan?

lalu pada fajar yang masih berbulan itu
kamu titipkan titik pada kalimat tak berhuruf.

.

akhir pada yang tak berawal
di pagi yang kelewat dini.

Related Articles

0 comments:

Post a Comment

Menurut kamu, gimana?