In puisi

Pacarku yang angkuh.

Aku menyayanginya karena Ia begitu sesak dan menyesakan kepalaku yang melompong, hatiku yang kopong.

Tangan-tangannya menyuapiku debu dan deru 

Oh Sungguh
Cintaku ini tulus.

Seperti ketulusannya memelihara maling-maling berdasi itu.

Insan udik merebah sepanjang tubuh
Ia elus dengan halus
sampai pupus.

Tapi sayang,
kupanggil tak menoleh, mungkin kurang kocek ditangan.

"Jakarta,Jakarta!"

Mungkin telinganya terhalang gedung-gedung raksasa yang salah tempat.

Related Articles

0 comments:

Post a Comment

Menurut kamu, gimana?