In puisi

Perihal Rindu.

#1. Rindu yang dahulu menggelitik
mengapa kian mencabik?

#2. Ingatan seringkali melupakan norma.
ia menikam dalam sunyi yang menjerit-jerit

#3. saat mataharimu tumbang
matamu berkhianat
dipandangnginya fragmen usang
yang tawanya meringkik-ringkik
rintihnya begitu jenaka

#4. duhai,
mengapa rindu mencampuri urusan yg mendapati ketiadaan
tanpa lagu yg butuh jiwa-jiwa kita
berapa serdadu kamu butuhkan
untuk tumpaskan rindu yang tak tahu malu?

Related Articles

0 comments:

Post a Comment

Menurut kamu, gimana?