In puisi

Undangan Hidup

Datang saja dulu
ke dalam markas angin yang akan menawanmu sayup dan haru
Ia merasuk hingga belikatmu nyeri
menunggu dirangkul bulan

Bulan bopeng yang kamu ejek dulu telah besar
Ia melindasmu sampai pipih
lalu hujan menyirammu sampai menggembung

Apakah bumi menyeretmu juga dalam porosnya?

Detik yang kamu kejar-kejar telah renta
tidak mampu melindungi dari sengat matahari.

oh hidup.
kamu ingin sekali pulang pada hidup
sementara hidup memulangkanmu pada kosong tak bermassa
yang nyaring sepinya.

Related Articles

0 comments:

Post a Comment

Menurut kamu, gimana?