In Review

Mari Berkenalan! *bukanmodus*

Assalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selagi tidak lembur *pencitraan-agar-terkesan-wanita-karir* dan tidak ada jadwal yoga *pencitraan-agar-terkesan-wanita-sporty*, Saya ingin mengulas kelas pertama dari Kelas Menulis dan Berpikir Kreatif oleh Ayu Utami minggu lalu. Saya tidak berniat membahas semua materi minggu lalu, karena saya malas  Tapi ada satu hal yang menjadi perhatian saya. 

Begini, pada hampir semua jenis kegiatan, selain diawali doa, pasti diawali oleh sesi perkenalan pada pertemuan pertama kali. Selama ini esensi perkenalan bagi saya hanyalah untuk saling mengetahui nama agar memudahkan ketika ingin saling memanggil dan melakukan percakapan lanjutan. Tapi toh biasanya saya hanya hafal beberapa nama, dan kemudian akan bertanya kembali pada yang bersangkutan.  Lucunya, pada kelas pertama kemarin, Perkenalan justru dijadikan satu materi sendiri. Kita mempelajari perkenalan diantara para peserta.

Perkenalan saja kok yah dipelajari?. Sesungguhnya dalam tindakan ini kita bisa mempelajari beberapa hal dasar yang utama (terutama dalam penulisan). Dalam berkenalan ada dua arah : 1) kita memperkenalkan diri kepada orang lain, dan 2) kita memperhatikan orang lain yang berkenalan dengan kita.


Apa yang dipelajari dari Perkenalan?
1. Dasar-dasar deskripsi
2. Perbedaan antara Data dan Tafsir, atau Fakta dan Makna.

Dalam perkenalan, kita mencoba mendeskripsikan diri dan mengingat orang secara deskriptif. Dasar-dasar deskripsi yang paling mudah adalah: dasar jurnalistik 5W1H, ditambah dengan sensasi pancaindera. 

Itulah mengapa baiknya ketika berkenalan kita menggunakan teori 5W1H ini, agar pendengar dapat menerima informasi secara lengkap. Selain itu informasi sampingan ini biasanya justru memudahkan orang lain untuk mengingat sebuah nama.

Misalnya : Halo, Nama saya Maudi, saya adalah model papan atas yang mencoba membumi, Saya tinggal di Jakarta sejak kecil,  Saya ikut acara ini karena disuruh orang tua, Semoga saya tidak merasa bosan.

Dalam prosesi perkenalan pun ada yang namanya sensasi pacaindera. Jika kita mencoba lebih peka kita akan dapat banyak hal. Kita akan tahu apakah pembicara merasa bangga memperkenalkan dirinya atau justru malu, apakah beliau gugup atau memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Disanalah sensasi pancaindera kita berkerja. 

Dalam Perkenalan, terdapat ; Pengetahuan (kognisi),  Rasa Badaniah/ Indrawi dan Perasaan (afeksi)

Kemudian, kalau kita perhatikan. Pada perkenalan kita dapat tahu bahwa bisa saja yang ada dalam pikiran orang tidak sama dengan yang mereka kenalkan. Kenapa begitu? karena seringkali kitapun melakukan hal serupa bukan? :)

Sesuatu memiliki LUAS. Waspadalah, luas itu sangat mungkin berbeda pada tiap-tiap sesuatu 
~Ayu Utami

Related Articles

0 comments:

Post a Comment

Menurut kamu, gimana?