In puisi

Reuni

Mohon maaf jika saya datang terlambat

Jubah pesanan belum juga genap
penjahitnya tersilap antara menyematkan Wibawa dengan Jemawa
pengait dari gundukan tawa belum terpasang
tanpanya saya telanjang
ketelanjangan akan membuat teman-teman buncah
mengumpat atau kunjung mengarsipnya ke dalam laci memori.

ada yang masih gemar memandangi Bintang
ada saja yang sudah menjadi Bintang

Beruntung jubah saya melindungi dari komet komat-kamit bintang kecil.

tapi heran teman-teman masih mengenali saya
      yang silamnya diwartakan dengan kecewa

      Cermin! saya butuh berkaca!

      mereka sedang menatap siapa dalam saya?
      mengapa melenggut padahal saya diam saja.
      apa yang kepalang dimaklumi?

Oalah, topeng pahatan tertinggal di rumah.
pastilah minyak di pori-pori wajah saya.

Related Articles

0 comments:

Post a Comment

Menurut kamu, gimana?