In Review

Alegori Burung Ajo Kawir





Inilah buku tervulgar yang pernah saya baca. Dengan nama besar Eka Kurniawan dan rekomendasi banyak penulis maka saya beranikan untuk membaca buku ini sampai selesai. Bersiaplah berhadapan dengan kata-kata yang biasanya masih dianggap tabu dituliskan Eka Kurniawan dengan begitu gamblang dan santai seolah itu kata biasa.

“Si Tokek juga tahu kemaluan Ajo Kawir tak bisa bangun. Itulah kenapa si Tokek tidak pernah mengajaknya untuk menggoda gadis-gadis yang lewat di depan kantor pos. Begitu juga Si Tokek tak pernah mengajaknya menonton video porno atau meminjaminya novel stensilan, percaya bukan hanya hal tersebut tak akan menyembuhkan bocah itu, tapi malahan hanya akan membuat Ajo Kawir berang. Lelaki yang tak bisa ngaceng sebaiknya jangan dibuat berang, begitu Iwan Angsa akan mengingatkan lama setelah itu”. 

Dari masalah awal perihal kemaluan Ajo Kawir yang tak bisa bangun, terbangunlah konflik utama ketika akhirnya Ajo Kawir menemukan perempuan yang dicintainya namun mendadak ingin menyerah karena merasa tidak akan bisa memenuhi kebutuhannya.

"Bagus," kata Ajo Kawir. "Jika kau masih mencintaiku, biarkan aku pergi. Sebab jika tidak, kau akan membuatku menjadi lelaki tolol dan bodoh. Meskipun sebenarnya aku memang tolol dan bodoh." (hal 159)

Sekalipun vulgar kisah burung Ajo Kawir adalah sebuah alegori yang menyiratkan banyak hal. Ada kesetiaan sejati pada kisah cinta Ajo Kawir dan Iteung. Ada pengorbanan yang tulus pada persahabatan Si tokek dan Ajo Kawir. Perjuangan perihal harga diri dan cinta si Mono Ompong. Proses kematangan tiap-tiap tokoh dengan sangat cermat dituturkan. Eka Kurniawan menyelipkan banyak pesan pada tiap tokoh dan perjalanan hidupnya.

“Mengetahui lebih banyak hanya akan menambah masalah lebih banyak”. Kata Si Tokek sekali waktu.(hal 239)


Plotnya dibangun dengan apik. Penulis seringkali melompat ke masa-masa lain seperti memberi potongan-potongan gambar untuk menjadikannya satu gambar utuh.

Meskipun saya merekomendasikan buku ini, pastikan usia kalian diatas 21 tahun sebelum membacanya :p

Related Articles

0 comments:

Post a Comment

Menurut kamu, gimana?