In puisi

Ingar

diam yang kamu kirimkan melalui celah celaku, masih kucari tahu maknanya. apakah diam yang terpendam tidak menyimpan sedikit pun dendam, aku tidak  tahu. diam yang kian nyaring memaki.

kuharap diammu seperti jarak antara titik dan huruf yang meregang dengan erat.
tapi mengapa heningmu yang semakin lekat?

jika diammu adalah jeda pada alinea untuk bersama-sama mencerna makna, aku akan berlari-lari di antaranya untuk memastikan kamu melanjutkan paragraf baru dan bukannya memberi titik yang paling sepi.

diammu adalah lintasan terjauh sementara peluh satu-satunya yang mampu menempuh.

diammu mengingari angan sampai  tak bernyali memiliki ingin.

Related Articles

0 comments:

Post a Comment

Menurut kamu, gimana?