In cerpen puisi

Kepergian

kamu melipat kemeja putih kesukaanmu,
pelan-pelan disusul celana panjang berwarna biru tua
yang aku tahu, kamu sedang bersiap pergi

sudah hampir setengah isi lemari pindah ke dalam kopermu
aku berdebar-debar menunggu giliranku.

aku menunggu.

sampai tanganmu menutup rapat tas yang telah penuh.

kamu bergegas, deru mobil diluar kamu sahuti dengan teriakan,
meminta menunggumu sebentar lagi.

setelahnya, derap kakimu terdengar menjauh

aku menghitung-hitung
berapa lama lagi rayap rakus membuat lubang atau tikus menjadikanku selimutnya

aku berdebar-debar
bukan debaran senang seperti pertama kali
kulihat wajahmu yang bersemu, mengambilku dari tangan gadis itu

untunglah aku tidak akan bertemu dengannya lagi
karena sungguh aku tidak punya jawaban
kalau-kalau ia bertanya
mengapa aku ditinggalkan
olehmu di dalam lemari yang bahkan tidak sempat kamu tutup.



Related Articles

0 comments:

Post a Comment

Menurut kamu, gimana?