In puisi

Confetti

Ibu apakah kamu bersenang-senang?
kulihat langkahmu kian pincang sementara tanganku belum juga menjadi tongkat  yang membantumu berdiri tegak.
Ibu,
Berpestalah sering-sering.
Pesta yang menyulapmu menjadi kanak-kanak sementara aku akan menjadi ibumu yang setia menimang sampai lelap.

Related Articles

0 comments:

Post a Comment

Menurut kamu, gimana?