In Life

Dalam Rangka Menutup Tahun 2015


Walaupun belum akhir tahun….

By the way, It's been such a long time since I've posted in here. Rasa rindu menulis itu biasanya muncul ketika membaca tulisan yang indah. Meskipun tulisan saya jauh dari kata indah tapi jadi ingin cepat-cepat mengetik haha. Intinya, saya habis baca tulisan bagus makanya ingat kembali untuk menulis, tapi saya tidak sedang ingin menulis yang indah-indah. Keinginan saya bercerita di trigger oleh pertanyaan seorang teman dalam sebuah surel, “apa kesan tahun 2015 untukmu.” Dan tanpa pikir panjang saya menulis dua kata: Mendebarkan dan penuh kejutan. Mendebarkan dan penuh kejutan sebetulnya kan memang dua hal yang saling bertalian, karena adanya kejutanlah yang membuat berdebar.

Menapak tilas ke awal tahun 2015 hingga saat ini memang ada beberapa resolusi yang urung tercapai, entah karena disiplin yang kurang mantap atau memang niat yang belum bulat. Tapi, Ada beberapa poin dalam daftar keinginan yang sebetulnya tidak terlalu mantap saya bayangkan justru terrealisasi di tahun ini. Salah satunya adalah melanjutkan kuliah. (Sepertinya saya pernah menulis tentang itu di bulan juni atau juli tahun 2014 lalu) Dan di tahun 2015 ini saya literally kuliah kembali. Karena saya mengambil jurusan yang berbeda dengan jurusan semasa S1 dulu, saya harus mengikuti martikulasi selama satu semester (yang sesungguhnya hanya 4 bulan masa belajar). Sesama teman-teman yang murtad dari jurusannya masing-masing, saya belum merasakan perbedaan yang berarti. Berkumpul dan bersama-sama beradaptasi membuat proses adaptasi menjadi smooth sekali. Sampai akhirnya semester 1 pun tiba. *Evil Smirk*

Saya sering  menganggap (mungkin dengan maksud menghibur diri) bahwa manusia adalah manusia yang paling jagoan kalau urusan beradaptasi, jadi saya pikir apapun perbedaan yang akan saya hadapi semuanya akan tetap baik-baik saja. But guess what? saya lebay sendiri saat awal perkuliahan dengan disiplin ilmu berbeda total dengan yang selama ini saya dalami itu. Lebay dalam artian sempat menangis ketika kelabakan mengatur waktu antara kerja, upaya mengejar ketertinggalan dalam memahami materi dan mengerjakan tugas-tugas kuliah. Tapi toh semuanya baik-baik saja. Ternyata tantangannya seru juga Hahaha. By the way, sebagai anak murtad jurusan tidak jarang juga dipandang sebelah mata oleh beberapa pihak, tapi karena memang pada saat itu begitulah keadaannya jadi yah (mencoba untuk) selo saja. 

Anywaaaay, perubahan yang terjadi terkait urusan perkuliahan ini memberi pengaruh secara holistik dalam hidup saya dan sungguhan membuat saya banyak berdebar. Melakukan hal yang kita sukai itu memang menyenangkan dan kesenangan ini kadang membuat saya lupa dengan rentetan resolusi lain di tahun ini. Alhasil ceceran resolusi yang terabaikan itu harus saya bawa di tahun depan, time sure flies! Atau barangkali dapat dilunasi dalam dua bulan kedepan di penghujung 2015 mungkin. hmm tidak MUNGKIN. 

Sekian sedikit katarsis sehabis menulis karangan filsafat. Semoga dapat konsisten menulis lagi. Semoga dapat bertemu dalam keadaan yang sangat baik, yang menyelamati bukan menyemangati hehe. 

nb: Musik Layur enak sekali untuk teman menulis tugas atau apapun, bisa dicoba :)

Related Articles

0 comments:

Post a Comment

Menurut kamu, gimana?