In Life

Hi Budi!

"Gw mau nikah tahun depan sama Tata"
"Yakin banget lo bakalan nikah tahun depan"
"Satu-satunya yang bikin kita batal nikah itu cuma maut, kalau gak gw yang mati, yah cewek gw."


Budi berpulang dini hari ini, sebabnya belum jelas sampai di telinga kami, para temannya. Seminggu yang lalu, Budi yang sempat diam-diam sakit tak menceritakan apapun. 

"Bud, kasihan tahu kak Kinan"
"Lebih kasihan cewek gw lah!" tolak Budi, saat diminta menggandeng tangan Kinan, sekalipun bercanda.

Saat itu saya baru mengenalnya beberapa hari, sebagai sama-sama mahasiswa baru. Pakaiannya yang rapi membuat saya sempat mengira usianya jauh di atas saya. Saya bahkan sempat memanggilnya 'Pak'. Barulah kemudian saya tahu, usianya justru di bawah saya satu atau dua tahun. Budi adalah salah satu teman yang cerdas, yang bisa menangkis omongan orang lain dengan kritis. Sekalipun dalam candaan, pemikirannya seringkali berhasil membuat saya terkagum-kagum. Budi yang nyebelin karena sering berhasil membuat kita 'kalah' dalam berargumentasi. 

Budi, adalah sedikit dari teman laki-laki yang sangat menghargai perempuan. Dia tahu bagaimana membuat perempuan lain merasa iri pada kekasihnya. Bukan karena gaya romantis yang sepertinya tak Budi miliki, tapi kemampuannya berdiskusi dengan cerdas, menjaga perasaan pasangan walau berjauhan, cukup membuat saya menyimpan hormat padanya. Saya tahu, Budi tak seperti laki-laki kebanyakan. Dan pacarnya pastilah orang yang beruntung.

"Kak lo tuh udah umur 25 tahun, inget kak lo tuh cewek." 

Nyebelin yah? Iyah, walau 'kemasannya' terkesan nyebelin, tapi kami semua tahu, itulah wujud kepedulian Budi. Budi yang selalu mengingatkan teman-temannya untuk menikah, dan menjodoh-jodohkan temannya yang belum memiliki pasangan. Budi yang menghibur dengan 'memaksa' kita menerima dan menghadapi kenyataan.

"Kak udahlah, dia tuh udah mau nikah." Dan berinisiatif membelikan eskrim agar temannya tak sempat bersedih.

Adalah rasa beruntung yang kini paling saya rasakan, karena telah mengenalmu, Bud. Saya pasti rindu, sekali, berkumpul lengkap satu tim seperti semula. Tapi jika tuhan lebih menginginkanmu, tetaplah berbahagialah Budi. Bahagialah di sana..

Budi yang baik, kami menyayangimu selalu.



Related Articles

0 comments:

Post a Comment

Menurut kamu, gimana?