In puisi

Membawa Penyesalan Pulang


Jika penyesalan adalah biji-biji tanaman
air matamu cukup untuk menyiraminya tiap pagi dan malam
tenang saja, biji penyesalan tak butuh fotosintesis untuk tumbuh subur di dalam dirimu
akarnya merambat, membelit akal sehat, dan hati yang terlambat sembunyi.

Jika penyesalan adalah biji-biji tanaman
ia seperti ilalang yang tak hilang dengan satu dua kali tebasan
menggesek kaki jenjangmu yang berlari 
meninggalkan goresan, menanggalkan pesan-pesan yang kekasihmu tinggalkan

Di malam hari, sembunyi-sembunyi, kamu tuai hasil ladang 
memasukan semua tanaman dalam karung besar
pelan-pelan, ternyata tahunan, karung itu telah memenuhi seisi kota tempatmu tinggal
satu, dua, tiga, ratusan penduduk terhimpit, terjepit, karung yang tak terbendung
kamu masih memetik
satu, dua, tiga tanaman penyesalan
sambil menyenandungkan melodi yang tak lagi kamu kenali.


Related Articles

0 comments:

Post a Comment

Menurut kamu, gimana?