In puisi

Dalam rangka menciptakan rumah

Kupasang vas bunga dari sesalmu yang mekar
dan beraroma laut
pasang
surut
enggan menetap.

di atas meja
cerita sedihmu melesap ke dalam wadah asbak
menjadi abu yang mengotori karpet dan kemeja yang baru kusetrika.

barangkali dingin yang terjebak di dalam selimut
membuatmu lupa 

hidupku adalah tiket yang dijajakan dari dalam loket
sejak dini aku mengantre menunggu giliran
demi mengatrol harga dan menggadaikannya dengan rumah.

Sebab, sayang.

kepulangan adalah caraku berdamai
dengan belukar nilai yang selalu gagal kuterabas.

sementara, dari luar jendela
kamu sibuk memasarkan pahala kepada aku yang tak berselera mencari surga.


img source: etsy

Related Articles

1 comments:

  1. namun bagiku kamulah rumah tempatku berteduh dari teriknya sepi yang menyengat. tetaplah menjadi tempat pulang bagi semua rinduku yang terbang padamu. kujajakan sofa ini padamu yang tak pernah usai menunggu

    ReplyDelete

Menurut kamu, gimana?